Keindahan Berselimut Misteri
Menara Putih Pandansari
Siapa pun tahu, wilayah Yogyakarta bagian selatan dibatasi oleh hamparan laut luas, yakni Samudera Hindia. Di antara darat dan laut luas itu adalah gugusan pantai memanjang dari barat ke timur, dan salah satu diantaranya Pantai Pandansari. Pantai ini berlokasi di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Dibandingkan dengan pantai-pantai lain di sekitarnya, Kwaru, Goa Cemara, dan Parangtritis, Pantai Pandansari kurang begitu popular.
Tetapi, jangan salah. Meski kurang populer, Pantai Pandansari memiliki keasyikan tersendiri. Kenapa? Karena, pantai yang satu ini masih terlihat asri dan bersih dengan rimbunan pohon cemara, jenis cemara udang. Jenis cemara ini, bila musim hujan mempunyai daun yang lebat dan berwarna hijau. Jika musim panas, seluruh daunnya rontok dan yang tersisa hanya ranting-ranting kecoklatan. Inilah yang justru membedakannya dengan pantai yang lainnya.
Menara Putih
satu hal yang menarik dan unik adalah, di Pantai Pandansari terdapat sebuah menara yang menjulang tinggi (45 meter). menara putih itu berdiri di antara pepohonan cemara di bibir pantai. Percayalah, Pantai Pandansari merupakan satu-satunya pantai di Yogyakarta yang memiliki mercusuar. Menara suar atau mercusuar adalah bangunan menjulang tinggi yang biasanya selalu ada di pantai. Sebab, fungsi mercusuar adalah sebagai tanda tertentu bagi para pelaut yang berbayar. Jika malam tiba, di pucak mercusuar akan tampak lampu yang berputar berkelip dan itu dapat dilihat oleh para pelayan di tengah laut.
Agaknya mecusuar yang menjadi ikon Pantai Pandansari mampu menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang melihatnya. Karisma yang dipancarkan oleh bangunan tinggi itu mampu membuat para wisatawan tergugah untuk mendekatinya. Dan bagi yang memiliki nyali kuat, juga akan tertantang untuk menaiki tangga hingga puncak. Mercusuar Pandansari dikelilingi oleh pagar putih yang tinggi dan di sana terdapat lima rumah hunian serba putih bagi para penjaga. Petugas penjaga itu tidak lain adalah orang-orang dari Instansi Kementrian Perhubungan. Sistem penjaganya dilakukan dengan rolling 3 bulan sekali.
Salah seorang penjaga, Pak Ahmad menyatakan bahwa sebenarnya niat awal pendirian mercusuar itu bukanlah untuk objek wisata, melainkan untuk kepentingan yang berhubungan dengan pelayaran. Namun, berhubung banyak pihak menghendaki mercusuar itu sebagai salah satu objek wisata, lalu diputuskanlah ada semacam biaya masuk ke mercusuar. Dan memang tidak mahal, hanya 5 ribu rupiah. Uang yang ditarik tersebut juga digunakan sebagai biaya perawatan dan operasional.
Wisatawan yang hendak ke sana dapat memarkir kendaraannya di sebuah rumah kecil di seberang jalan dekat mercusuar. Rumah tersebut merupakan rumah warga sekitar yang juga sebagai tempat berjualan dan lahan parkir. Biaya parkir sepeda motor cukup 2 ribu rupiah dan mobil 3 ribu rupiah. Sedangkan untuk sepeda onthel dapat di bawa masuk ke halaman mercusuar. Kebijakan itu diberlakukan demi kebaikan agar lingkungan mercusuar tetap terjaga.
Saat melangkahkan kaki memasuki lingkungan mercusuar, suasana memang sepi. Suara gesekan daun cemara mampu membuat langkah para pengunjung semakin berhati-hati. Sembari menikmati nuansa putih di mercusuar Pandansari, para wisatawan yang masuk ke sana akan segera di sambut oleh petugas. Biasanya petugas tentang keperluan apa mereka berkunjung ke mercusuar Pandansari. Jika wisatawan ingin menaiki mercusuar, akan dikenai tarif masuk dan diberi beberapa pesan. Isi pesan itu ialah agar mereka berhati-hati saat naik tangga, jangan melamun atau bercanda berlebihan, tidak boleh membuat kotor (vandalisme, buang sampah, meludah, dll), serta agar mereka menjaga barang bawaan yang dibawa.
Di atas pintu masuk mercusuar terdapat tulisan DISNAV kelas III Cilacap 1997 (sampai 1999). mercusuar pandansari memiliki 8 tingkat tangga yang melingkar, dengan jumlah anak tangga kurang lebih 105 sampai di puncak. Di setiap tingkat menara terdapat dua buah jendela kecil tanpa kaca, atau lebih mirip sebagai ventilasi ruangan yang posisinya berlawanan arah. Dari situlah, sejenak kita dapat beristirahat menghirup segarnya udara dari ketinggian mercusuar.
Suasana Misterius
Saat menaklukan satu persatu tingkatan 8 tangga mercusuar pasti akan merasakan suasana yang berbeda di setiap tingkatnya. Misalnya seperti pada tingkat pertama, keempat, dan ketujuh. Di tingkat tersebut, biasanya kaki akan terasa berat dan suasana terasa aneh dan misterius. Entah ada apa dibalik itu semua, yang jelas kita juga percaya bahwa di setiap tempat pasti ada mahkluk lain selain kita. Tetapi, yang kita yakini bahwa jika kita tidak mengganggu mereka, tentu kita juga tidak akan di ganggu. Sebab semua adalah makhluk Tuhan. Dan karena kita juga hambaNya, kita hanya meminta perlindungan hanya kepadaNya.
Menurut kabar yang beredar di lingkungan masyarakat sekitar, beberapa tahun lalu sekitar tahun 2000.an memang pernah, terdapat tragedi di mercusuar. Seperti tragedi pemerkosaan, dan percobaan bunuh diri. Banyak orang yang menganggap bahwa ada makhluk gaib yang menghuni mercusuar. Agar tidak memberikan citra yang buruk terhadap Mercusuar Pandansari, cerita tersebut seakan hilang ditelan zaman dan sengaja dihapuskan oleh masyarakat sekitar.
Mengenai cerita tersebut, tampaknya ada beberapa versi cerita lain dari misteri menara suar. Konon, anak gadis tidak boleh menaiki Mercusuar Pandansari. Kenapa? Agaknya tidak ada alasan yang pasti, alasannya hanyalah pantangan yang diberikan oleh orang tua kepada anak gadisnya. Demikianlah segala keindahan dan misteri yang ada di Mercusuar Prabandari. Hamparan sawah hijau, pegunungan, hingga pantai yang memanjang sampai tidak ada batasnya dapat terlihat dar puncak menara suar. Jika cuaca cerah, dapat kalian lihat kapal besar berlayar di kejauhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar