Kincir angin di Pantai Baru ialah Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang mana merupakan model pengembangan energi terbarukan berbasis pada potensi energi surya dan kekuatan angin, secara terintegrasi berada dalam Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Proyek PLTH ini hadir berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada tahun 2010 hingga akhir 2013. Proyek ini merupakan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Kementrian Riset dan Teknologi, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Universitas Gadjah Mada, dan jajaran pemerintahan Kabupaten Bantul dan tidak kalah penting dari masyarakat sekitar.
Aku merupakan warga asli, lahir dan tinggal di Kecamatan Srandakan, dekat dengan Pantai Baru yang berjarak kurang lebih hanya 2 Km, sekitar 15 menit dengan bersepeda dari rumah. Aku beruntung lahir di desa dan menempuh pendidikan di desaku, saat aku duduk di bangku sekolah menengah kelas 2 SMA, aku berkesempatan untuk melihat lebih dekat ke bengkel tempat perakitan dan perawatan komponen kincir angin PLTH, mulai dari baling-baling hingga mesinnya, yang ternyata sangat berdekatan dengan sekolahku hanya berjarak lapangan bola dan gedung olahraga kecamatan. Kami sebagai siswa saat itu diminta untuk membuat rangkuman dan laporan terkait kunjungan industri yang dilakukan secara berkelompok.
Sumber: Bernas.id
Teknologi yang digunakan di PLTH Pantai Baru memanfaatkan potensi sumber daya angin laut dan angin darat di Pantai Pandansimo Bantul dan juga intensitas sinar matahari yang besar. Total terdapat 36 kincir angin yang berada di hamparan pasir Pantai Baru berdiri menjulang. Angin yang dihasilkan kincir angin tersebut saat ini maksimal 8 meter per detik. Di lokasi yang sama terdapat pula sekitar 218 panel surya berkapasitas 29 KW. Listrik yang dihasilkan dari puluhan kincir angin dan panel surya mampu membangkitkan serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat di kawasan Pantai Baru Pandansimo Bantul.
Total daya PLTH Pantai Baru mencapai 90 KW digunakan untuk berbagai sektor mulai dari pertanian, perikanan, dan pariwisata. Listrik yang dihasilkan dialirkan untuk berbagai kebutuhan mulai dari warung makan, pompa air, mesin pembuat es, hingga penerangan. Jika cuaca sedang bagus maka energi yang didapatkan akan besar, namun jika cuaca buruk dan sering mendung maka energi yang didapat tidak bisa maksimal. Oleh karena itu kedua sumber energi ini harus saling melengkapi (hybrid).
Saat ini kondisi PLTH Pantai Baru mulai menua dan untuk proses perbaikannya membutuhkan dana yang cukup banyak, sedangkan dana dari Pemerintah Daerah DIY masih sangat terbatas dan dana dari Kemenristek Dikti hanya membiayai dana pembangunan sebesar 2,8 miliar, tanpa membiayai penelitian dan pengembangan jangka panjang terkait sistem hybrid. Seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemda DIY. Meskipun perbaikan ke arah ekonomi sepertinya sudah tidak memungkinkan, namun masih sepatutnya untuk kita bersama terus berusaha. Salah satunya dengan mengalihkan ke fungsi edukasi. PLTH Pantai Baru memfasilitasi siswa, mahasiswa, dan peneliti yang ingin menimba ilmu di PLTH Pantai Baru.

